Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

Jaranan Buto 'Sasono Singo Budoyo' Gemparkan Ritual Bersih Desa Kebaman

Minggu, 15 Oktober 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW

Caption : Para Buto yang terdiri dari Kades dan staf desa Kebaman ketika tampil dihadapan warganya

BANYUWANGI, BPW - Hiruk pikuk suara penonton dan ramainya tabuhan dari jaranan buto Sasono Singo Budoyo, Minggu (15/10/17) didepan kantor Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur membuat suasana sangat mencekam.
Ritual ini diadakan setahun sekali tiap bulan Suro.

Kali ini, Desa Kebaman menggunakan kesenian jaranan untuk acara ritualnya. Kebijakan menggunakan kesenian ini adalah pilihan masyarakat setempat. Ritual ini dilaksanakan dengan tujuan salah satunya agar Desa Kebaman menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, aman tentram toto raharjo.

Acara  ini dilaksanakan mulai pukul 10.30 WIB sampai selesai. Walau ribuan masyarakat tumpah ruah di acara ini tetapi situasi  tetap aman terkendali berkat adanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta para keamanan yang lain.

Kepala Desa Kebaman, Adi Sucipto, bersama para staf desanya mulai pagi sampai selesainya acara tetap  berdiri gagah di tempat keramaian tersebut karena penampilan merekalah yang sudah di tunggu-tunggu masyarakat untuk menghibur masyarakat Kebaman.


Tibalah saat penampilan para staf desa yang menunjukkan kebolehannya, dengan gerakan yang kaku para buto itu mulai menari. Senyum dan tawa masyarakat memecah kekakuan tarian menjadi tarian yang sangat menghibur.

"Lha wong kami tidak bisa nari malah disuruh belajar nari. Tapi tujuan kami adalah ingin menyenangkan hati warga masyarakat, agar mereka selalu semangat dan positif thinking," ujar Kades Adi Sucipto.

Menurut Adi Sucipto, kegiatan ini juga diawali dengan pengecatan beberapa patung garuda raksasa yang sengaja dibangun di beberapa titik tempat pada beberapa waktu yang lalu. Salah satunya di depan kantor Desa Kebaman.

“Mengapa kok patung burung garuda raksasa, kenapa kok bukan yang lain. Karena  burung garuda merupakan sebuah simbol dari persatuan, diharapkan untuk semua masyarakat Kebaman seandainya ada masalah apapun bisa ingat simbol burung garuda dan tempat penyelesaiannya yaitu di kantor desa,” ujarnya.(Oni/Ega)

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.