Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

Duh, Rastra Di Desa Gendoh Sempu Tak Layak Konsumsi

Senin, 25 September 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


BANYUWANGI, BPW - Buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) untuk warga miskin di wilayah Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur  banyak dikeluhkan.

Hal ini semakin menambah daftar kejadian serupa seperti yang sebelumnya juga dialami oleh warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Ujungnya, masyarakat pun tidak mau menerima dan mengembalikan Rastra tersebut ke Bulog.

Anehnya, kendati sudah berkali-kali dikomplain masyarakat, ternyata kejadian pengiriman Rastra kualitas jelek terulang kembali. Episode itu dialami warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. Tragisnya,  Rastra kualitas buruk yang banyak menirnya itu oleh sebagian warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro justru diperuntukkan sebagai pakan Ayam dan sebagian ada yang ditumbuk untuk campuran bubuk kopi.

Episode kali ini, adalah Rastra buruk dan kurang layak konsumsi terjadi di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Pantauan media ini dilapangan, distribusi Rastra di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu terjadi pada Senin (25/09/17) pukul 12.21 WIB. Menariknya, ketika proses pembagian belum selesai, ada 7 unit selep berjalan yang biasa disebut 'Grandong' langsung antre didepan kantor desa setempat untuk menerima order selep ulang Rastra yang berwarna coklat, apek dan bercampur menir tersebut. Di Desa Gendoh sendiri, mendapat jatah Rastra sebanyak 147 zak.

Keterangan warga setempat bernama Sunastin (43), warga Dusun Krajan, Desa Gendoh, dia keluhkan kondisi Rastra yang tidak layak konsumsi itu.

"Berasnya tidak layak dimakan mas, warnanya coklat, bau apek lagi. Harga / karung Rp 30 berisi 15 Kg, oleh warga diselep ulang, lalu ada yang dijual lagi namun juga ada yang dipakai untuk pakan ternaknya,” ucap Sunatin.

Sementara Eko (45), Kepala Dusun (Kasun) Gendoh kepada media menyatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika seringkali warganya mendapat jatah Rastra yang kondisinya buruk.

“Benar mas, kualitasnya memang tidak layak. Tapi mau bagaimana lagi, karena warga sudah antre dan juga sudah membayar. Jika ditolak, maka beras penggantinya akan lama datangnya sekitar 2 minggu lagi. Beras dengan kondisi seperti ini sudah lama diterima warga saya mas,” papar Eko.

Sementara dari pihak perangkat seperti Kepala Desa (Kades) maupun Kesra setempat yang diduga sudah mengetahui permasalahan ini belum melakukan tindakan serta langkah konkrit penyelesaian atas Rastra yang diterima warga miskinnya tersebut.

“Pak Kades sudah tahu itu mas, tapi dia sekarang sedang tidak ada ditempat. Kata stafnya masih keluar,” ujar salah satu staf Desa Gendoh kepada media. (Hakim Said)

Caption : Inilah Rastra kualitas buruk yang diterima warga Desa Gendoh, Sempu

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.