Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

Talent Lokal Meriahkan Gintangan Bamboo Festival 2017

Sabtu, 13 Mei 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


Talent lokal yang turut serta memeriahkan hari ketiga Gintangan Bamboo Festival 2017

BANYUWANGI, BPW - Rangkaian gelar Gintangan Bamboo Festival (GBF) 2017 pada hari ketiga, Sabtu (13/5/17) menampilkan banyak suguhan menarik. Gala show kostum yang terbuat dari bambu, menjadi satu momen yang tidak bisa dilewatkan. 

Penampilan para talent menjadi suguhan yang unik. Dengan menggenakan kostum yang terbuat dari bambu, para talent berhasil membuat Festival ini mempunyai arti yang berbeda. Karena disini bentuk kreatifitas dan daya imajinasi bisa direfleksikan dan dipadupadankan dengan sangat apik. 

“Tema yang kita terapkan bebas, asalkan semua kostum terbuat dari bahan bambu. Dengan berbagai macam style yang ditampilkan, harapan kami show ini bisa membawa ornamen bambu bisa naik ke level yang lebih tinggi,” ujar Rusdiana Kepala Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari.

Tampilan dari talent lokal tak kalah dengan luar daerah. Dengan cantiknya, perpaduan antara unsur alami dengan modern bisa serasi. Pola warna-warni yang disuguhkan mencoba menyadarkan kita bahwa berbagai warna bisa apabila dirangkai dengan tepat, bisa menghasilkan karya yang mengangumkan. 

“Sengaja kita tonjolkan karya dari desainer lokal. Kita ingin mengukur seberapa daya kemampuan potensi daerah kita di bidang fashion. Karena Gintangan identik dengan bambu, maka otomatis karya yang dihasilkan haruslah dari bambu,” terang Rusdiana dengan sumringah. 

Sherly (17), gadis yang tidak mau menyebutkan nama lengkapnya ini mengatakan senang sekali diberikan kesempatan untuk menjajal kostum buatannya sendiri. Dirinya mengaku tidak pede awalnya, tetapi setelah melihat atensi dari penonton, terlecutlah semangat untuk bisa lebih berkarya lagi. 

“Seyogyanya memang potensi lokal lah yang harus didahulukan. Dengan metode Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM), ide-ide bagus bisa hadir dari sesuatu yang menurut kita membosankan. Itu tips bagaimana bisa menghasilkan karya,” ujarnya mantap. 

Festival ini pertama kali digelar di Desa Gintangan. Euforia yang dihasilkan sungguh diluar dugaan. Kades Rusdiana berhaap agar semua kerja keras dari seluruh komponen yang ada bisa dihargai. Tidak hanya sebagai lipsing semata, namun juga bisa meningkatkan secara ekonomi masyarakat sekitar yang menjadi tujuan utama Festival. (Apong Sugianto & Misbachul Munir)

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.