![]() |
|
Tersangka
Frengky dan Norman, kini harus mendekam didalam tahanan Mapolres Banyuwangi
|
BANYUWANGI, BPW - Peredaran pil
Thrihexyphenidyl yang masuk dari wilayah Pulau Dewata berhasil diungkap aparat
Satresnarkoba Polres banyuwangi, Kamis (6/4/17).
Hal ini berawal dari temuan Unit Opsnal Satnarkoba yang
menangkap Frengky (25), warga Dusun Kaligoro, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono,
sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (5/4/17) dikediamannya.
Dari tangan pelaku, aparat menyita sebanyak 860 butir
pil Trex. Selain juga diamankan sejumlah barang bukti lainnya, yaitu sebuah HP
Samsung dan uang tunai Rp 685 ribu.
Nah, rupanya pil putih yang dimiliki pelaku ini
berhasil ia dapatkan seorang pemasok bernama Norman Hadiansyah (27),
rekan sedesanya yang tinggal di Dusun Sukorejo, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono.
Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, AKP. Agung Setya Budi
mengatakan, pihaknya juga menyita 22 butir pil serupa dari tangan Norman. Turut
pula diamankan satu bendel plastik klip dan satu unit HP Samsung yang diduga
digunakan untuk menjalin komunikasi dengan Frengky dikala merencanakan
transaksi.
“Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan. Kita
ingin dalami sejak kapan bisnis ini dijalankan mereka berdua,” jelas Pama yang
juga pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Banyuwangi beberapa tahun
sebelumnya ini.
Kata AKP. Agung, ratusan pil Trex itu sampai ke tangan
Frengky karena keterlibatannya dengan Norman. Sedangkan Norman, diketahui
sebagai penghubung dan berperan membeli obat yang kerap disalahgunakan di
wilayah Bali.
“Norman ini profesinya sebagai sopir. Profesinya jadi
ganda dengan merangkap membawa obat daftar G dari Pulau Dewata dimasukkan ke
Banyuwangi. Modusnya, obat tersebut ditaruh ditempat khusus didalam mobil yang
ia tumpangi,” beber AKP. Agung lagi.
Biasanya, pil Trek yang masuk ke Banyuwangi berasal
dari Kabupaten Jember. Mengingat distributor obat banyak yang berkantor di Kota
Suwar-Suwir. Pola transaksi berdasarkan pengungkapan kasus jajaran Satnarkoba
Polres Banyuwangi, kadang berlangsung di wilayah Jember.
“Tak jarang transaksi digelar di Gunung Gumitir yang
menjadi area perbatasan antara Jember – Banyuwangi. Namun kalau untuk jenis
narkotika golongan satu, sudah umum dipasok dari Bali. Untuk obat daftar G, mengacu
pada hasil ungkp kurun 2 tahun sebelumnya, ini terbilang baru,” tandasnya. (Hakim
Said)




0 komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.