Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

Satnarkoba Berhasil Ungkap Pil Trex Hasil Penyelundupan Dari Pulau Dewata

Kamis, 06 April 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


Tersangka Frengky dan Norman, kini harus mendekam didalam tahanan Mapolres Banyuwangi

BANYUWANGI, BPW - Peredaran pil Thrihexyphenidyl yang masuk dari wilayah Pulau Dewata berhasil diungkap aparat Satresnarkoba Polres banyuwangi, Kamis (6/4/17).

Hal ini berawal dari temuan Unit Opsnal Satnarkoba yang menangkap Frengky (25), warga Dusun Kaligoro, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono, sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (5/4/17) dikediamannya.

Dari tangan pelaku, aparat menyita sebanyak 860 butir pil Trex. Selain juga diamankan sejumlah barang bukti lainnya, yaitu sebuah HP Samsung dan uang tunai Rp 685 ribu. 

Nah, rupanya pil putih yang dimiliki pelaku ini berhasil ia dapatkan seorang pemasok bernama  Norman Hadiansyah (27), rekan sedesanya yang tinggal di Dusun Sukorejo, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono.

Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, AKP. Agung Setya Budi mengatakan, pihaknya juga menyita 22 butir pil serupa dari tangan Norman. Turut pula diamankan satu bendel plastik klip dan satu unit HP Samsung yang diduga digunakan untuk menjalin komunikasi dengan Frengky dikala merencanakan transaksi.

“Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan. Kita ingin dalami sejak kapan bisnis ini dijalankan mereka berdua,” jelas Pama yang juga pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Banyuwangi beberapa tahun sebelumnya ini.

Kata AKP. Agung, ratusan pil Trex itu sampai ke tangan Frengky karena keterlibatannya dengan Norman. Sedangkan Norman, diketahui sebagai penghubung dan berperan membeli obat yang kerap disalahgunakan di wilayah Bali.

“Norman ini profesinya sebagai sopir. Profesinya jadi ganda dengan merangkap membawa obat daftar G dari Pulau Dewata dimasukkan ke Banyuwangi. Modusnya, obat tersebut ditaruh ditempat khusus didalam mobil yang ia tumpangi,” beber AKP. Agung lagi.

Biasanya, pil Trek yang masuk ke Banyuwangi berasal dari Kabupaten Jember. Mengingat distributor obat banyak yang berkantor di Kota Suwar-Suwir. Pola transaksi berdasarkan pengungkapan kasus jajaran Satnarkoba Polres Banyuwangi, kadang berlangsung di wilayah Jember. 

“Tak jarang transaksi digelar di Gunung Gumitir yang menjadi area perbatasan antara Jember – Banyuwangi. Namun kalau untuk jenis narkotika golongan satu, sudah umum dipasok dari Bali. Untuk obat daftar G, mengacu pada hasil ungkp kurun 2 tahun sebelumnya, ini terbilang baru,” tandasnya. (Hakim Said)

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.