![]() |
| Warga masih terus melakukan pencarian di sungai malam hari atas hilang tenggelamnya korban Isrin (inzert kanan) |
BANYUWANGI, BPW - Warga Dusun Krajan
RT 05 RW 02 Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran digegerkan dengan hilangnya
salah satu warganya bernama Isrin (54).
Awalnya lelaki setengah abad lebih itu sedang
mencari pasir di sungai dekat rumahnya sejak mpukul 09.00 WIB. Namun baru diketahui
menghilang sekitar 15.30 WIB dalam kondisi cuaca hujan deras disertai petir
hingga membuat debit air sungai naik.
Keterangan beberapa warga sekitar tempat
kejadian perkara (TKP), korban punya riwayat penyakit epilepsi.
“Terakhir satu bulan lalu Pak Isrin kambuh
epilepsinya,” cetus sumber media ini tanpa mau disebutkan namanya.
Di TKP, hanya ditemukan peralatan milik
korban berupa cangkul, arko, dan topi serta sepasang sandal warna coklat.
Keterangan warga lainnya, saat kejadian korban mengenakan kaos warna biru
lengan pendek dan celana pendek warna hitam.
Wargapun rame-rame melakukan pencarian. Selain
melakukan penyisiran diseputaran sungai, puluhan warga juga mencari dengan cara
menabuh tetek alat-alat dapur sembari berkeliling.
"Tetek dengan alat dapur sambil keliling
kampung ini merupakan keyakinan warga turun temurun bahwa Pak Isrin hilang
disembunyikan lelembut atau orang halus," ucap Sapto salah satu warga yang ikut dalam
pencarian.
Sekretaris Desa (Sekdes) Yosomulyo, Kecamatan
Gambiran, Asrofi yang juga datang di TKP langsung bergabung ikut melakukan
pencarian di saluran air yang diduga tempat korban tenggelam dan terbawa arus
sungai.
“Ada dugaan korban ini jatuh karena penyakit
epilepsinya kambuh. Kita terus berupaya mencarinya mas,” jelas Sekdes Asrofi,
Jumat malam (7/4/17).
Hingga saat ini, pencarian terhadap korban
hilang terus dilakukan warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, dan dibantu oleh Kepala
Dusun Krajan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi juga sudah
datang dan langsung melakukan pencarian bersama puluhan warga sekitar.
Upaya lain warga adalah berusaha menghentikan
arus air yang deras dengan cara membuat saluran air yang baru.
“Kita lakukan pemutusan saluran air dari
atas, biar debit air bisa berkurang", ucap Sekdes Asrofi yang terjun
langsung di lokasi.
Keterangan Asrofi, korban ini pekerjaannya bukan
pencari pasir. Namun hanya memanfaatkan pasir sungai yang ada di dekat rumahnya
itu untuk persiapan membangun rumahnya.
“Pasir itu hendak digunakan sendiri untuk
persiapan membangun rumah miliknya", jelas Asrofi.
Hingga malam ini, warga bersama Kepala Dusun
Krajan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi terus
berupaya mencari keberadaan korban. Namun meskipun sudah dilakukan penyisiran
hingga beberapa kali, belum juga ditemukan keberadaan korban. (Hakim
Said)




0 komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.