Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

BERITA UTAMA PILIHAN REDAKSI

Hukum, Kepolisian, Keamanan, & Ketertiban

Politik, Pilpres, Pilkada, dan PIleg

Pemerintahan, Satpol PP, & Ketertiban Umum

Militer, Pertahanan, & Keamanan

Manusia, Alam, Nafas Kehidupan, dan Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Sinergitas Tiga Pilar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinergitas Tiga Pilar. Tampilkan semua postingan

Diduga Bocor, Razia Pekat Forpimka Rogojampi Nihil

Sabtu, 27 Mei 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


Kanitreskrim Iptu. Edy bersama anggotanya saat merazia Pekat di kamar-kamar penginapan wilayah hukum Rogojampi

BANYUWANGI, POLDES - Malam pertama dan malam kedua pelaksanaan ibadah Ramadhan, benar-benar dimanfaatkan oleh jajaran Forpimka Rogojampi untuk mengantisipasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) diwilayah kerjanya.

Kendati razia penyakit masyarakat (Pekat) dijajaran Polres Banyuwangi sudah dihentikan, justru Forpimka Rogojampi terus melakukan operasi penyakit masyarakat demi terjaganya situasi Kamtibmas yang kondusif. Sayangnya beberapa tempat hiburan maupun tempat penginapan yang disasar tim gabungan dari aparat kepolisian, Satpol PP kecamatan maupun anggota Makoramil Rogojampi tidak membuahkan hasil.

“Diduga encana razia kita ini sudah bocor. Jadi sewaktu kita datangi beberapa tempat hiburan dan penginapan, tidak kita temukan pasangan mesum,” ujar Camat Rogojampi, Nanik Macrufi yang turun langsung bersama Kapolsek Kompol. Toha Choiri, Sabtu malam (27/5/17).

Pada razia malam kedua seusai shalat Taraweh, sasarannya masih seputaran tempat-tempat hiburan maupun tempat konkow anak-anak muda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Beberapa wilayah pertokoan yang menjadi tempat konkow anak-anak muda dan berpotensi menjadi transaksi obat-obatan terlarang tidak luput dari razia Forpimka
“Ditempat konkow didepan toko dan hiburan anak muda Rogojampi ternyata juga aman. Karena dikhawatirkan ditempat-tempat ini terjadinya transaksi obat-obatan terlarang. Jadi syukurlah situasinya justru aman terkendalai,” cetus Kanitreskrim Polsek Rogojampi, Iptu. Edy Jabrik.

Hanya dalam hitungan satu jam razia Pekat jajaran Forpimka Rogojampi dihentikan. Para stakeholder Kecamatan Rogojampi sepakat akan terus menindaklanjuti dengan melakukan razia Pekat pada malam-malam berikutnya. (Hakim Said)  

Sinergitas Tiga Pilar Desa Karangbendo Sukses Padamkan Isu Santet

Senin, 22 Mei 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW

Bersalaman, Hartono dan Misrayu seusai penandatanganan surat pernyataan damai bersama disaksikan jajaran tiga pilar Kades Budiharto, Bhabinkamtibmas Aiptu. Nur Choiri, Babinsa Serda. Asilo dan para pihak lainnya
BANYUWANGI, BPW - Penyelesaian kisruh isu santet yang menimpa Hartono Prasetya (42), pria asal Dusun Gadog, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari yang tinggal dirumah istrinya di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi akhirnya berhasil diselesaikan ditingkat Desa melalui sinergitas tiga pilar. 

Bertempat di ruang Kepala Desa Karang Bendo, Senin (22/5/17), pukul 09.00 WIB, musyawarah kesepakatan damai dimediatori pimpinan 3 pilar, Kades Budiharto, Bhabinkamtibmas Aiptu. Nur Choiri, SH dan Babinsa Serda. Asilo. 

Dalam sambutannya, Budiharto selaku Kepala Desa Karangbendo yang memimpin rekonsiliasi dan bertugas penengah mengatakan bahwa musyawarah dilakukan agar ada titik temu antara Hartono sebagai pihak yang dituduh menyantet Agus, anak dari Misrayu alias Miskapul (55). 

“Saya apresiasi betul pertemuan ini dengan melibatkan desa, karena seyogyanya fungsi kantor desa sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah yang menimpa masyarakat,” buka Kades Budiharto sembari mempersilahkan semua fihak yang terkait menyampaikan uneg-unegnya. 

Bhabinkamtibmas Aiptu. Nur Choiri, SH, menjelaskan bahwa kronologis yang terjadi dikarenakan faktor penyebab kematian dari Agus, anak dari Misrayu alias Miskapul. 

”Mengenai faktor kematian Agus, saya selaku Bhabinkamtibmas segera terjun ke lapangan untuk penelusuran fakta. Pencarian data dilakukan hingga mencari data medis di Puskesmas. Ternyata didapatkan bahwa Agus meninggal dunia dikarenakan penyakit X stadium tinggi dan mematikan,” paparnya. 

Malahan malam sebelumnya, Bhabinkamtibmas Aiptu. Nur Choiri sudah melakukan sosialisai ke warga agar tidak takut. Dikarenakan penyakit X tersebut tidak menular dan dari pihak kesehatan sudah melakukan sterilisasi pada waktu memandikan jenazah dan pada prosesi pemakaman jenasah almarhum. Hal ini merupakan bentuk peredaan isu yang sejak awal sudah dilakukan bersama dengan Babinsa Serda. Asilo. 

“Saya dengan Pak Nur Choiri berbagi tugas dalam peredaan isu ini. Saya melakukan pendekatan kepada pihak keluarga serta masyarakat agar tidak takut terkait penyakit ini. Komitmen kami jalankan hingga saat ini tetap mendampingi dalam penyelesaian akhir,” jelas Serda. Asilo. 

Semua fihak yang terkait dalam kasus ini bersepakat untuk mengakhiri polemik yang ada. Kesepakatan dilakukan dengan saling berjabat tangan dan meminta maaf disertai penandatangan surat pernyataan bersama antara Hartono dan Misrayu alias Miskapul disaksikan jajaran tiga pilar Kades Budiharto, Bhabinkamtibmas Aiptu. Nur Choiri, SH dan Babinsa Serda. Asilo dan fihak keluarga yang diwakili oleh Masruto, Damiri dan Akbur. 

Sukses mediasi isu santet ini tidak lepas dari peran sinergitas 3 pilar Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi yang kompak menjalankan tugas fungsinya antara Pemerintah Desa Karangbendo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa beserta para pihak baik diantaranya media maupun LSM yang melakukan pendampingan. (Misbachul Munir)

Bhabinkamtibmas Desa Banjar Gotong Royong Bikin Septic Tank Bersama Warga

Kamis, 13 April 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


    Bhabinkamtibmas Desa Banjar, Bripka. Wahyu HS terlihat aktif ikut kerja bhakti bersama warga

BANYUWANGI, BPW - Menindaklanjuti Keputusan Menteri Kesehatan No 825 Tahun 2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total berbasis Masyarakat, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Licin bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Banjar, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/4/17) melaksanakan program Open Defecation Free (ODF).

ODF atau yang biasa diterjemahkan sebagai Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) itu dilaksanakan bersama-sama masyarakat yang bahu-membahu dan didukung oleh tiga pilar. Selain Kepala PKM Licin, Kholid dan Kepala Desa Nurhariri, juga terlihat ada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bripka. Wahyu HS dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka Arif Effendi.

      Pemberian bantuan jamban secara simbolis kepada warga Dusun Putuk, Desa Banjar, Kecamatan Licin
“Tema yang kita usung adalah ‘Gotong Royong Gawe Jamban’. Tujuannya adalah untuk percepatan Desa ODF di Desa Banjar sini mas,” papar Bhabinkamtibmas Bripka. Wahyu HS, kepada media ini.

Kegiatan yang diawali pemberian bantuan jamban kepada warga Dusun Putuk, Desa Banjar itu langsung dilanjutkan dengan kerja bhakti bersama Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan puluhan warga Dusun setempat untuk pembuatan lubang pembuangan tinja (Septic tank).

“Target kita bersama pihak PKM dan Pemdes Banjar, masyarakat bisa melakukan cara hidup sehat. Salah satunya yaitu mas, dengan program SBABS. Sedangkan pemberian bantuan jamban ini lebih kepada tujuan sosialisasi dan motivasi supaya warga mau meniru dan mengaplikasikan apa yang sudah kita sosialisasikan bersama dengan pihak PKM, Kades, Babinsa dan tokoh masyarakat lainnya,” tutup Bripka. Wahyu yang biasa blusukan diwilayah Desa Banjar tempat tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas ini. (Hakim Said)

Opini Publik, Pemerhati, Tokoh, Masyarakat

Profil & Aktifitasnya

Pengamat Polres, Polsek, Bhabinkamtibmas

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.