Banyuwangi Police Watch (BPW)/Lembaga Pengamat Kepolisian di Wilayah Polres Banyuwangi adalah Organisasi Masyarakat / Ormas Nirlaba yang fokus sebagai Pengamat Swadaya Masyarakat. Kami menerima sumbangan dari para donatur, yang bersifat tidak mengikat. Kirimkan sumbangan Anda ke Rekening Bank Mandiri 1-430-012-521538, an: M.Hakim Said,SH (HP/WA: 0823-3835-5251). Dana akan digunakan maksimal untuk pengamatan, penelitian, analisa, investigasi, dan pengawasan kinerja kepolisian, pendampingan hukum, dan aksi tanggap sosial bencana bagi masyarakat terutama yang membutuhkan bantuan.
Kontak Langsung :
Alamat Kantor : Jalan Ikan Sulir, Perum Sutri Blok D1, Sobo, Banyuwangi. Kontak HP / SMS / WA : 0823-3835-5251

BERITA UTAMA PILIHAN REDAKSI

Hukum, Kepolisian, Keamanan, & Ketertiban

Politik, Pilpres, Pilkada, dan PIleg

Pemerintahan, Satpol PP, & Ketertiban Umum

Militer, Pertahanan, & Keamanan

Manusia, Alam, Nafas Kehidupan, dan Lainnya

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Unit 118 Diskes Banyuwangi Siap Layani Masyarakat 24 Jam

Selasa, 18 April 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW


Petugas central 118 Diskes Banyuwangi siap berikan pelayanan penanggulangan gawat darurat masyarakat 24 jam

BANYUWANGI, BPW - Kecepatan akses pertolongan pertama serta kesiagaan 24 jam Unit 118 Dinas Kesehatan (Diskes) Banyuwangi dalam memenuhi tanggung jawab sebagai tenaga paramedik dalam melakukan pertolongan pertama (evakuasi) terhadap korban kejadian di tempat mutlak diperlukan. 

Hal ini disampaikan oleh Verliana Eka Prasetya, Amd. Kep. selaku koordinator central unit 118 yang bertugas mengatur layanan penanggulangan gawat darurat kepada media ini, Selasa pagi (18/4/17) dikantor Diskes Banyuwangi. 

"Sebanyak 17 personil paramedik yang siaga dibagi menjadi 2 shift. Masing-masing 12 jam kerja. Dan untuk setiap panggilan tugas ke lapangan minimal 3 orang. Ini merupakan implementasi dari program Onecall Service 118 Go darurat," jelas wanita lulusan Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Kec. Glenmore ini. 

Keberadaan unit 118 dibentuk sejak tahun 2014 dengan cakupan seluruh area Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM). Namun unit ini mulai diperbaharui pada Pebruari 2017 dan ditarik untuk pelayanan khusus dalam kota Banyuwangi, mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing Puskesmas. 

Disampaikan oleh Verliana Eka Prasetya, masyarakat bisa meminta pelayanan kesehatan melalui nomor kontak 118, jika mendapatkan informasi mengenai kejadian yang membutuhkan pertolongan medis dengan menyebutkan alamat kejadian beserta informasi yang diperlukan terkait kondisi korban disertai identitas pelapor beserta nomor yang bisa dihubungi untuk konfirmasi ulang. 

"Layanan ini akan melakukan evakuasi dengan cara memberikan pertolongan awal serta mengantarkan korban ke instansi dengan pelayanan kesehatan lebih lengkap seperti Rumah Sakit dan tidak dipungut biaya," papar penghoby kuliner ini. 

Senada dengan Verliana, Susilo Hadi Amd. Kep, selaku paramedik yang bertugas ke lapangan menyatakan, selain mengutamakan pelayanan publik, unit 118 juga turut membantu memback up di bidang medis kegiatan-kegiatan seperti protokol pendampingan, event, serta kegiatan yang menyangkut instansi pemerintah serta swasta. 

"Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika lokasi evakuasi berada di daerah pegunungan dan perairan. Dimana kondisi kontur geografis amat menguras fisik serta konsentrasi anggota unit," ujar pria dengan pengalaman medis sepanjang 7 tahun ini. 

Selain melaksanakan tugas sebagai paramedik, central unit 118 juga bisa menjadi mentor yang mengajarkan kepada masyarakat betapa pentingnya mengetahui tehnik penanganan korban di lokasi kejadian seperti korban kecelakaan lalu lintas.

“Karena penanganan awal sangat berpengaruh terhadap kondisi kritis yang bisa mempengaruhi hidup mati seseorang,” jelas Susilo. (Misbachul Munir)

Setelah 3 Tahun Dipasung, Kakek Haeroni Dirujuk ke RRIJ Licin

Kamis, 09 Maret 2017 | Pasang Iklan | Ingin Donasi? | Kerjasama | Lowongan | Gabung BPW



Lepas pasung, Kakek Haeroni saat hendak dirujuk ke RSJ Licin Banyuwangi masih dengan tangan yang terikat rantai

BANYUWANGI, BPW - Setelah 3 tahun lamanya Haeroni (70) hidup dalam pasungan, akhirnya Rabu (8/3/17) dia dilepas.

Warga Dusun Kertosari RT 02 RW 05 Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi ini hanya hidup dengan istrinya saja yang juga sama tuanya bahkan sakit-sakitan. Keduanya tidak memiliki anak. Keberadaan mereka ditemukan oleh Karsono bersama timnya yang merupakan relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabat.

“Kakek tua itu tergolong penyandang gelandangan psykotic yang menempati rumah tidak layak huni. Mereka terdeteksi pada hari Senin (6/3/17), saat kita melakukan pendataan warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” tutur relawan rekrutmen dari Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ini.

Temuan warga PMKS langsung disampaikan dan dibahas pada rapat koordinasi Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kabat oleh Camat Susanto Wibowo. Lalu pada Rabu (8/3/17), jajaran Forpimka, Puskesmas dan TKSK mendatangi rumah Kakek Haeroni.

Setelah berkoordinasi sebentar, pada hari yang sama, kakek tua bernama Haeroni itu dirujuk ke Ruang Rawat Inap Jiwa (RRIJ) Puskesmas Licin, Banyuwangi.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini, Haeroni yang tergolong penyandang psykotic tersebut sebelumnya sering mengamuk dengan membawa parang. Dengan pertimbangan keamanan, maka dipasung lah pria tua tersebut oleh warga setempat.

“Kasihan pak, kakek Haeroni hanya hidup berdua dengan istrinya. Tidak punya anak lagi. Jadi yang merawat selama ini dalam pasungan ya istrinya yang juga tua serta sakit-sakitan,” beber Karsono, relawan dan pekerja sosial masyarakat (PSM) kepada media ini.

Dalam kurun 3 tahun di dalam pasungan, kakek Haeroni juga masih suka mengamuk. Saat ada orang yang menjenguknya, dia pukul dengan rantai yang mengikat tangannya itu. (Hakim Said)

Opini Publik, Pemerhati, Tokoh, Masyarakat

Profil & Aktifitasnya

Pengamat Polres, Polsek, Bhabinkamtibmas

 

© Copyright Banyuwangi Police Watch (BPW) 2016 -2017 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.