![]() |
Haryono 'Ha'o', konseptor Kopi Lego bersama Taufik (Ketua Serikat Kopi Rejo) lingkungan
Lerek Kelurahan Gombengsari
|
BANYUWANGI,
BPW - Saat ini, Kopi Lego berhasil menjelma
sebagai merk dari sebuah kopi produksi lokal dari Kabupaten Banyuwangi yang
cukup dikenal.
Kopi Lego yang merupakan singkatan
dari Kampung Kopi Lerek Gombengsari, tidak hanya menawarkan cita rasa kopi khas
pegunungan saja, tetapi lebih dari itu. Hal ini diungkapkan oleh Haryono, atau
yang lebih akrab dipanggil “Ha'o”, ketika disambangi di pusat Stand Kopi Lego di
Dusun Lerek, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi,
Minggu (21/5/17) sore.
“Melihat potensi mayoritas warga
Gombengsari yang merupakan petani kopi dan peternak kambing perah, terbesit ide
untuk membuat stand Kopi Lego sebagai branding kopi edukasi serta wisata
pertanian kopi perkebunan rakyat dan peternakan kambing perah. Kemudian ide itu
ditelurkan dalam kegiatan Festival Petik Kopi bulan Agustus 2016 pada saat
panen raya. Tiga bulan kemudian diadakanlah Festival Kopi Lego pada bulan
November 2016, yaitu pasca panen,” jelas Ha'o.
Panen kopi tidak hanya sekedar panen,
tetapi diselipkan unsur edukasi. Para tamu akan diikutkan dalam proses petik,
giling basah, pengeringan, giling kering, menjadi OC sampai proses tradisional roasting.
“Semua dilaksanakan dengan manual. Diteruskan
dengan menumbuk dan ngopi bareng,” terang Ha'o lagi.
Kopi Lego lebih mengangkat tradisi
budaya termasuk seni budaya serta makanan tradisional yang memang adalah produk
lokal asli Gombengsari. Selain kopi dan susu, madu hutan juga merupakan
komoditi asli yang dikembangkan dari hasil budidaya lebah di kebun kopi. Sisi
modern tidak ditinggalkan dan mengacu pada kebersihan dan kesterilan dari
produk itu sendiri. Di luar itu semua, proses betul-betul memakai feeling, dan
itu yang menjadi ciri khas. Dengan harapan mudah ditiru oleh masyarakat sekitar
sehingga menjadi tradisi aktifitas sehari-hari terutama pada ibu-ibu.
“Jadi proses produksi tidak hanya
ketika ada tamu yang datang,” terang lelaki yang juga peternak kambing ini.
Taufik, Ketua Serikat Tani Kopi Rejo
Lingkungan Lerek Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro mengatakan, bahwa
masyarakat pada mulanya melakukan praktek budidaya kopi dari petik sampai pasca
panen masih asal-asalan. Setelah diadakan pendekatan dan bergabung ke serikat tani,
maka diberikanlah pengetahuan agar proses di lakukan dengan cara yang benar.
![]() |
Bersantai
sejenak sambil menikmati kopi di Stand Kopi Lego di Lingkungan Lerek Kelurahan
Gombengsari |
“Sehingga dari budidaya yang baik
akan menghasilkan kualitas kopi yang bagus,” jelas Taufik.
Lebih lanjut Taufik mengatakan,
proses yang awalnya adalah petik hijau lambat laun berganti menjadi petik merah
(buah). Biji kopi kering yang telah jadi awalnyapun langsung dijual oleh
masyarakat, tetapi setelah dilakukan pendampingan serta diajarkan untuk
mengolah lebih lanjut, akhirnya masyarakatpun melakukan proses mengolah biji
kopi kering menjadi kopi bubuk yang harganya lebih mahal.
“Dan ini merupakan peningkatan dari
segi perekonomian dan tentu saja berdampak pada kesejahteraan dari petani itu
sendiri,” papar Taufik lebih lanjut.
Jumlah anggota Serikat Tani sebanyak
36 orang dengan lahan garapan 57 hektar dan produksi panen sebesar 74 Ton/
tahun degan rata-rata perhektar 1,3 ton. Tahun ini panen diperkirakan pada
bulan Agustus.
“Kemitraan dengan Kopi Lego sangat
luar biasa. Efek yang terjadi adalah perubahan pola fikir pada masyarakat yang
awalnya tidak punya ide bagaimana kopi bisa dikembangkan lebih luas lagi,
tetapi saat ini menjadi bisa menjadi kenyataan. Produksi awal hanya rata-rata 5
kg/hari, sekarang rata-rata 15-25 kg/hari. Jangka panjang proses kopi tidak
hanya pada satu titik, tetapi akan kita sebar apa yang kita usahakan saat ini
manfaatnya bisa berdampak luas,” terang lelaki berjenggot ini.
Berbagai macam tamu datang
mengunjungi Stand Kopi Lego. Tidak hanya dari lokal tetapi juga manca negara.
Beberapa komunitas, pegawai perkantoran sengaja berlibur dan mampir untuk
menikmati citarasa kopi asli Banyuwangi atau hanya sekedar menyapa kesejukan
udara lereng pegunungan. Akses jalan juga sangat mudah untuk menuju
ke Kampong Kopi Lego, kendati tidak ditemui petunjuk arah yang bisa membimbing
tepat ke lokasi. (Misbachul Munir & Agus Sobirin)
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.