![]() |
Blue Fire atau Api Biru di dasar Kawah Ijen yang bisa dilihat pada malam hari atau dini hari sebelum matahari terbit |
BANYUWANGI, BPW - Gunung api Ijen (G.
Ijen) merupakan gunung api aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan
panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan 700 m serta kedalaman
danau mencapai 180 m.
Secara geografis G. Ijen berada pada posisi
8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari
permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten
Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, serta Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa
Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan
freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada
tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian
1000 m.
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan
Rawan Bencana III adalah di sekitar danau kawah terlanda ancaman aliran gas
racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar
letusan. Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana II adalah
potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu
lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.Potensi
bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan bencana I adalah potensi terlanda aliran
lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu
lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
![]() |
Danau Kawah Ijen, konon ter-indah se Asia Tenggara |
Gunung Ijen merupakan salah satu gunung api
aktif yang memiliki danau kawah dan penghasil sublimasi belerang yang cukup besar,
disamping itu pandangan yang luar biasa yaitu komplek blue fire (api biru) yang
bisa dinikmati pada malam hari. Tentang gambaran terjadinya blue fire (api
biru), Kawah Ijen mempunyai komplek lubang fumarola yang cukup besar dengan
terperatur lk. 600 derajad celcius. fumarola terjadi karena ada uap dan gas
sedang solfatara terjadi kandungan gas
SO2 dan H2S dengan volume cukup banyak lalu keluar ke permukaan bumi bercampur dengan udara dengan tekanan cukup
kuat maka terjadi sublimasi belerang,maka solfatara bisa juga disebut lubang keluarnya belerang dan
ini adanya hanya di gunung api.
Blue Fire
(api biru) yang berada di Kawah Ijen
terjadi karena lubang solfatara dengan temperature cukup
panas (lk 600 derajad celcius) membakar belerang yang berada didekat
lubang solfatara sedangkan batu
belerang (diambil penambang)
terjadi dengan temperature 160 – 200 derajad ,makanya untuk mendapatkan
batu belerang diatur dengan pipa
(mengatur suhu).
![]() |
Belerang di Kawah Ijen |
Di dasar kawahpun sebenarnya juga
menghasilkan belerang cukup besar hal bisa diketahui dengan menggunakan alat
(eco sonding). Adanya lubang solfatara yang cukup besar di dasar kawah, bisa
memuncratkan tekanan tinggi hingga lk 140 meter dan lebar 40 meter. Disamping hal tersebut
diatas, Gunung Ijen mempunyai panorama
yang indah. Makanya tidak heran
kalau gunung ijen, menjadi salah
satu tujuan wisata bagi wisatawan
mancanegara dan domestic. ‘Sangat cantik tetapi juga membahayakan’.
Untuk pemantauan, selama ini Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi secara intensif melakukan evaluasi
kegiatan G. Ijen dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) setempat melalui Kepala Pos Gunung Api/Ijen yang dipimpin Bambang Heri
Purwanto yang juga disebut Mbah Rono. (Hakim Said)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar anda dengan baik dan benar, mohon tidak beriklan di kolom komentar. Jika anda ingin berpromosi, direkomendasikan/endorse, atau beriklan, anda bisa " Kontak Kami Langsung ". Terima kasih.